Terumbu Karang Rusak, Ekosistem Laut Sumbar Segera Diperbaiki

0
60
Foto : kompasiana

Satumediatv.com – Meningkatnya suhu perairan di Sumatra Barat sejak dua tahun terakhir menyebabkan kurang lebih 70 persen dari 39.619 hektare luas terumbu karang di Sumbar rusak, kata pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi itu.

“Peningkatan suhu ini kemudian menyebabkan pemutihan atau yang biasa disebut ‘bleaching’ pada karang,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Sumbar, Alber Krisdiarto di Padang.

Untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak tersebut, jelasnya, DKP Sumbar terus bekerjasama dengan pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan seperti perguruan tinggi dan juga memanfaatkan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada tahun lalu, pihaknya mentransplantasikan 2.200 bibit terumbu karang sebagai upaya rehabilitasi dengan menggandeng Unit Kegiatan Mahasiswa Diving Proklamator Universitas Bung Hatta.

Selain itu juga ada bantuan dari berbagai pihak untuk merehabilitasi terumbu karang di Sumbar yang memiliki laut seluas 186.580 kilometer persegi itu, salah satunya PT Pertamina melalui dana CSR.

Transplantasi terumbu karang yang dilakukan dengan teknik pencangkokan, sebagai salah satu bentuk pelestarian dan rehabilitasi terumbu karang yang semakin berkurang.

Tujuan transplantasi ini guna pelestarian ekosistem terumbu karang dalam mempercepat regenerasi yang telah rusak.

Berdasarkan hasil monitoring , dari 2.200 bibit yang sudah ditransplantasi tersebut, 85 hingga 90 persen sudah mulai tumbuh dan menempel di substrat dasarnya berupa beton.

Kemudian, Alber mengajak masyarakat dan wisatawan agar tidak merusak terumbu karang karena hal tersebut juga mengancam habitat populasi perairan laut daerah itu.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada agen perjalanan wisata agar mengingatkan tamunya untuk tidak mengambil atau menginjak terumbu karang. “Terumbu karang merupakan rumah bagi biota laut lainnya seperti ikan, lobster, dan udang, jika dirusak maka ekosistem laut juga akan punah,” tambahnya.

Sebagai informasi, ia menambahkan data luas terumbu karang di Sumbar yang diteliti oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia tersebut tersebar di tujuh daerah, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai 34.515 hektare, Pesisir Selatan 2.238 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Pasaman Barat 1.257 hektare, Agam 120 hektare, Padang Pariaman 268 hektare, Kota Padang 957 hektare, Kota Pariaman 261 hektare.

Sumber : republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here