Lombok Timur Menjadi Wilayah dengan Kerusakan Terparah Akibat Gempa

0
24
ASOPS Kapolri Irjen Deden Juhara lepas kepergian anggota Brimob ke NTB di Bandara Soetta. (Foto: Fadja Hadi/kumparan)

Polri melepas 400 anggota Brimob dan 60 tenaga medis dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sana, mereka akan melaksanakan operasi kemanusiaan untuk menolong korban gempa 7,0 magnitudo yang mengguncang Lombok, Minggu (5/8).

Menurut Asops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara, anggota Brimob akan bertugas dengan batas waktu yang tak ditentukan. Fokus utama dalam operasi itu melakukan evakuasi.

“Sampai selesai, sampai masyarakat tidak membutuhkan lagi bantuan dari kami. Jadi kita di sana sampai kondisi pulih,” kata Deden di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/8).

Warga berada di halaman rumahnya pascagempa di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Berdasarkan data sementara, kerusakan terparah akibat gempa itu berada di daerah Lombok Timur. Rata-rata korban tewas akibat tertimpa bangunan.

“Lombok Timur paling besar, yang meninggal sekitar 65 orang (dari 91 korban tewas akibat gempa) karena hampir seluruhnya tertimpa bangunan,” ucap Deden. Kerusakan di Lombok Timur utamanya terjadi di Kecamatan Pemenang, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Kayangan, dan Kecamatan Bayan.

Lebih lanjut, Deden mengatakan rencananya hari Selasa (7/8), Polri kembali mengirimkan bantuan personel ke NTB. Bantuan itu terdiri dari 100 orang dokter spesialis.

“Besok kita kirimkan lagi 100 doktor spesialis ke NTB. Karena sekarang kita masih harus menyiapkan obat-obatan. Jadi mereka (Brimob) bertugas untuk memberikan bantuan logistik dan mendistribusikannya contoh seperti mi, tenda, dan selimut,” ujar Deden.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here