Kipper Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia Mendapat Pelajaran Berharga pada AFF Woman Championship 2018

0
19
vera lestari

Pelajaran berharga dipetik Tim Nasional (Timnas) sepakbola wanita setelah gagal total di ajang AFF Woman Championship 2018 yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, 30 Juni-13 Juli 2018 lalu.

Tergabung di Grup B bersama Vietanam, Myanmar, Filipina, dan Singapura, Timnas sepakbola putri asuhan pelatih Satia Bagdja tak mampu lagi berbicara banyak.

Timnas sepakbola wanita Indonesia harus puas bercokol di posisi keempat setelah hanya meraih hasil imbang 0-0 dari Singapura, kalah telak atas Vietnam 0-6, demikian pula atas Myanmar 1-6 dan meraih hasil imbang 3-3 dari Filipina.

Kekecewaan mempersembahkan raihan terbaik di hadapan masyarakat Indonesia tentu dirasakan oleh seluruh penggawa, tak terkecuali bagi Vera Lestari, penjaga gawang asli Bantul.

Namun pil pahit tersebut dijadikan Vera sebagai tolok ukur dan juga pelajaran berharga guna menyongsong even akbar lainnya, Asian Games 2018, Agustus mendatang.

“AFF kemarin even pertama setelah sepakbola putri vakum 3 tahun.┬áJadi ya seperti baru lagi, meski dulu pernah lawan tim yang sama, tapi sekarang mereka jauh melangkah ke depan. Tapi kalau dilihat hasil kemarin, kalau PSSI mau fokus membina sepakbola putri, saya kira hasilnya bisa lebih baik lagi,” kata penjaga gawang kelahiran 1996 tersebut.

“Pertama pasti bersyukur dapat dipercaya bergabung ke skuat timnas putri, dari awal seleksi itu banyak banget saingannya. Dari 50 orang hanya diambil 23 orang saja,” imbuh Vera yang bangga mendapat kepecayaan untuk bergabung ke skuat Kartini sepakbola Indonesia.

“Paling berat Myanmar sama Vietnam, kalau Filipina atau Singapura kita bisa cukup mengimbangi. Meski kita belum diberi rezeki untuk menang,” kata Vera.

Meski di turnamen AFF lalu Vera belum diberi kepercayaan penuh untuk mengawal gawang timnya, lantaran saat ini ia masih menjadi pelapis penjaga gawang utama Norffince Boma, namun ia optimis mampu membuktikan kemampuannya pada sang pelatih.

“AFF kemarin sih hanya main beberapa menit waktu lawan Myanmar, ya bisa dibilang masih jadi pilihan kedua dibawah mistar,” kata Vera.

“Pasti ada rasa gregetan ingin tampil, tapi kembali lagi itu pilihan pelatih. Kalau untuk porsi latihan kita sama, sama-sama beratnya,” imbuhnya.

Sebaliknya, hal tersebut justru makin melecut semangatnya dalam berlatih.

“Kita perbaiki lagi dan berusaha lebih baik lagi. Bersyukur saja sih, ada kalanya kita berada diatas dan ada kalanya juga dibawah,” terangnya.

“Meski kemarin gagal, setidaknya ini menjadi bekal sebelum kita terjun di Asian Games. Mulai dari pengalaman lawan tim luar negeri, skill, dan juga wawasan taktikal permainan juga lebih terbuka dan kita makin terlecut untuk lebih hasil yang lebih baik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here