HISTORY MATA AIR BANYU URIP

0
61

Satumediatv.com – Jika berbicara mengenai kecamatan Dlingo memang tidak ada habis. Tidak hanya memiliki wisata alam yang mempesona, di Dusun Banyuurip, Jatimulyo, Dlingo, Bantul, terdapat mata air yang konon sangat erat kaitanya dengan kisah Sunan Kalijaga dan Sunan Geseng.

Salah satu juru kunci, Hadi Wiyono atau warga sekitar menyebutnya mbah mantan menceritakan bahwa Sunan Kalijaga memiliki murid bernama Jebeng Cokro Joyo, suatu hari Sunan Kalijaga harus pergi ke makkah dan meminta Jebeng Cokro Joyo untuk menunggu dan menjaga sebuah tongkat miliknya dan menjanjikan Jebeng Cokro Joyo memiliki tongkat tersebut ketika sunan kalijaga kembali.e

Setelah bertahun-tahun, Jebeng Cokro Joyo tidak pergi dari tempat yang diperintahkan gurunya walaupun tubuh Jebeng Cokro Joyo tertutup tumbuhan rimbun sehingga Sunan Kalijaga harus membakar Jebeng Cokro Joyo setelah kembali dari makkah.

Jebeng Cokro Joyo yang gosong akibat dibakar, kemudian Sunan Kalijaga membawa Jebeng Cokro Joyo kesebelah barat sungai Oyo, namun ternyata kering. Sunan Kalijaga kemudian menancapkan tongkatnya dan muncul sumber mata air yang berlimpah. Ajaibnya, usai dimandikan Jebeng Cokro Joyo hidup kembali. Oleh karena itu sumber mata air tersebut hingga sekarang disebut dengan sumber Banyu Urip.

“Ya benar, banyak orang yang percaya air ini berkhasiat dan meminta air disini” tutur Hadi Wiyono.

Hadi Wiyono juga menjelaskan, air dari sumber banyu urip ini digunakan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here