Dengan Bukti Jutaan Rupiah Sipir Ditangkap Edarkan Sabu di LP

0
16
Ilustrasi

Polres Musi Banyuasin menangkap sipir Lapas Sekayu, Musi Banyuasin, Yandri Firzadah (29). Di lapas tempatnya bekerja dia ditangkap karena terlibat peredaran sabu.

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati menyebut penangkapan oknum sipir dilakukan Rabu (8/8/2018) sekitar pukul 07.30 WIB. Oknum itu ditangkap saat sedang transaksi di halaman parkir Lapas Sekayu dengan tukang ojek.

“Sudah lama kami mendapat informasi ada peredaran narkotika di sana. Tidak ingin buang waktu, anggota langsung melakukan penangkapan saat mereka sedang bertransaksi di halaman lapas,” kata Andes, Kamis (9/8/2018).

Polisi mengamankan Yandri dan tukang ojek bernama Heri (35) di halaman lapas. Termasuk barang bukti sabu sebarat 1,14 gram yang dikemas dalam plastik bening, disimpan di saku celana Yandri.

Dari hasil pengembangan, barang haram itu diketahui berasal dari seorang bandar bernama Alfian (42). Alfian pun langsung ditangkap dan ditemukam plastik bekas bingkusan sabu yang sudah terjual dan uang tunai Rp 40 juta.

“Duit Rp 40 juta yang diamankan itu dari para napi di lapas yang udah pesan, dia (Yandri) ketangkap saat akan membawa masuk barang ke lapas. Dan pengakuan dia sudah 4 tahun menjalankan aktifitas jual beli sabu di Lapas,” kata Andes.

“Pengakuan dia dalam sebulan lebih dari 4 kali memasukkan barang ke lapas, tapi yang lain juga banyak masukkan barang dan sedang dikembangkan,” kata mantan Kapolres Prabumulih ini.

Sedangkan untuk modus memasukkan barang, sipir mengunakaan 3 cara, yakni saat napi sedang sidang, saat piket dan terkahir saat pihak keluarga menjenguk dan sengaja tidak ada diperiksa.

“Piket, saat proses sidang dan pada saat besuk tidak dicek. Gimana sih? Kan seharusnya mereka ini terbebas dari hal seperti itu, tapi malah sabu bisa beredar bebas di lapas ini akan kami usut habis,” tegas Andes.

Semetara itu, Herman S Kalapas Sekayu saat dikonfirmasi mangakui jika ada anak buahnya ditangkap oleh anggota Polsek Sekayu, jajaran Polres Musi Banyuasin.

“Saya sudah dapat kabar penangkapan itu, katanya sudah target dan saya tidak tahu kenapa ditangkapnya di halaman lapas. Apa memang polisi menunggu si sipir pakai seragam dinas karena baru masuk piket,” kata Herman.

“Saya sudah laporkan ke Kakanwil, saat ini sedang diproses dan pasti terancam pemecatan. Saya akan bantu polisi jika memang ada sipir lain yang ikut terlibat peredaran narkotika, ini peringatan yang cukup keras disampaikan Pak Presiden,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here