Abrasi Gerus Jalan Penghubung Wisata Pantai Glagah-Congot

0
31

Abrasi yang melanda Kecamatan Temon, Kulon Progo terjadi akibat gelombang tinggi di laut selatan beberapa waktu lalu. Dampaknya, sebagian badan jalan penghubung kawasan Pantai Glagah dan Congot ambrol tergerus ombak.

Salinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah mendata, panjang jalan yang rusak terkena abrasi sekitar 40 meter dengan tinggi tubir pasir pantai sekitar 3 meter. Pasir tumpuan aspal tersisa kini telah lenyap tergerus ombak sehingga jalan dalam kondisi menggantung labil. Bukan tidak mungkin, sisa badan jalan itu juga amblas jika ada gelombang laut menghampirinya.

“Separuh badan jalan sudah amblas dan cukup membahayakan. Maka itu kami pasang garis peringatan agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas,” kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah, Aris Widiatmoko.

Jalan Penghubung Wisata Pantai Glagah-Congot Tergerus Abrasi

Aris mengatakan, badan jalan tersebut sangat rawan untuk dilalui kendaraan. Pesepeda motor yang melintas tidak hati-hati bisa saja jatuh terperosok. Sedangkan untuk mobil dan truk bertonase berat juga terlalu beresiko oleng lalu terperosok tebing jalan. Padahal, biasanya jalan tersebut sering dilalui mobil wisatawan maupun truk pengangkut udang hasil panenan dari tambak.

Pihaknya sudah menginformasikan kondisi jalan tersebut kepada Dinas Pariwisata untuk dikoordinasikan penanganannya dengan instansi terkait lainnya. Pasalnya, tidak setiap saat petugas rescue bisa bersiaga di lokasi titik yang tergerus itu. Petugas hanya akan berpatroli 24 jam dari wilayah Glagah hingga Congot.

Tak hanya menggerus jalan, abrasi juga mengancam keberadaan tambak-tambak udang yang terletak tidak jauh di sebelah utara badan jalan tersebut. Abrasi menyebabkan jarak antara tambak dengan tubir pantai kian dekat. Air laut bisa saja masuk lebih jauh ke daratan dan menghajar tambak bila gelombang tinggi muncul lagi.

Menurut seorang petambak, Supangat, titik abrasi di selatan tambak udang miliknya terbilang paling parah.

Sejak 28 Juli, sedikit demi sedikit abrasi semakin jauh melahap ke daratan hingga sejauh 15 meter sehingga saat ini jarak tubir pantai dengan tambaknya hanya 10 meter saja. Ini bukan kali pertamanya terjadi namun termasuk paling parah dan tidak terhindarkan karena faktor alam. Dirinya hanya berusaha memberi tanda peringatan dengan tumpukan kayu agar pengguna jalan tidak terperosok saat melewati titik yang tergerus abrasi.

Referensi : Tribun Jogja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here