6 Teknologi Kuno Asli Indonesia yang Akan Terus Hidup

0
178

Satumediatv.com – Ada beberapa teknologi kuno asli Indonesia yang terus digunakan sampai sekarang karena jadi inspirasi bagi teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan masa kini.

1. Candi Borobudur, Kecanggihan Arsitektur

Candi Borobudur disebut sebagai salah satu keajaiban dunia. Enggak hanya dijadikan tempat wisata atau tempat beribadah, Candi Borobudur juga salah satu contoh nyata kecanggihan teknologi Indonesia zaman dulu. Buktinya, candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M ini dibangun hanya menggunakan batu yang tersusun rapi.

Bangunan tersebut juga enggak dapat berdiri kokoh hingga kini tanpa menggunakan ratusan paku bumi sebagai pondasi. Viki juga enggak bisa bayangin bagaimana batu-batu besar tersebut itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit. Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur.

Usut punya usut, Candi Borobudur ternyata mengadopsi konsep fraktal, yaitu bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Hal unik lainnya dari Candi Borobudur adalah keberadaan stupa raksasa di inti candi, yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil dan jumlahnya enggak terhingga.

2. Keris, Teknologi Penempaan Logam

Sebenarnya, teknologi logam udah berkembang dari zaman dulu. Terutama saat zaman kerajaan Hindu/Budha yang menggunakan senjata logam seperti pedang. Para empu alias pandai besi sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Bentuk keris yang dibuat bisa dibilang memiliki teknologi penempaan besi yang hebat untuk hitungan sebuah teknologi kuno.

Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi. Keris yang dibuat dengan teknik besi melipat emang terlihat sulit. Namun, senilai dengan prosesnya yang unik dan menarik. Ditambah, ukiran pada keris yang detail.

3. Si Gale-gale, Teknologi Robot Tradisional Nusantara

Sejak zaman dahulu, masyarakat Toba di Sumatra Utara memiliki kesenian tradisional layaknya pertunjukan robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si Gale-gale. Robot yang menyerupai boneka ini memiliki sistem tali yang saling menyambung. Tali tersebut ditarik ulur hingga dapat membungkuk dan menggerakan tangannya layaknya menari.

Diiringi musik tradisional khas Batak, boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional. Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan mulutnya dapat bergerak, tangan-tangannya mirip seperti manusia yang menari. Si Gale-gale menjadi bukti kalau nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot meski dalam bentuk yang sederhana.

4. Karinding, Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara

Pada bidang pertanian, nenek moyang kita juga telah menciptakan teknologi yang bernama karinding. Teknologi tersebut berguna sebagai pengusir hama. Enggak hanya itu, karinding juga bisa digunakan sebagai alat musik tiup untuk hiburan. Karinding juga masih digunakan oleh masyarakat Sunda hingga sekarang. Alat ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm. Suara yang dihasilkan oleh karinding menghasilkan gelombang berdesibel rendah yang bisa mengganggu konsentrasi hama dan bikin mereka panik sehingga enggak berani datang lagi. Enggak kayak pestisida, alat pengusir hama tradisional ini aman bagi lingkungan.

5. Rumah Gadang, Arsitektur Rumah Aman Gempa

Orang zaman dulu ternyata udah berpikiran futuristik dalam membangun rumah. Konstruksi Rumah Gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi. Rumah Gadang di Sumatera Barat udah ngebuktiin ketangguhan bangunan yang memiliki daya lentur saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter.

Rumah Gadang enggak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan bersifat lentur. Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah enggak menyentuh tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi yang berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga enggak mempengaruhi bangunan di atasnya. Meski ada gempa, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan gempa.

6. Tempe, Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan

Tempe merupakan bahan makanan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Tempe berasal dari kedelai yang dicampur dengan Rhizopus lalu difermentasi. Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dan negara asia lainnya. Uniknya, hanya tempe sebagai olahan kedelai asal Indonesia yang menggunakan Rhizopus. Bisa dibilang, kemampuan membuat tempe kedelai merupakan penemuan asli masyarakat Indonesia.

https://www.youtube.com/watch?v=xL7f8PchOGo

 

 

Sumber : Kincir/Naural

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here